5 Cara Mudah Menanam Tomat dalam Polibag

Tomat merupakan sayuran buah yang sering dibudidayakan karena memiliki rasa yang nikmat yaitu manis bercampur dengan rasa yang sedikit asam. Buah tomat memiliki jenis dan bentuk yang berbeda-beda seperti tomat buah, tomat chery, tomat indigo, red pear dan masih bayak lagi jenis tomat dipasaran.


(Foto Tomat Cherry)

Tomat dapat dijadikan sebagai buah yang dapat dikonsumsi dalam keadaan segar, dalam olahan makanan, olahan minuman dan garnis pemanis. Tomat memiliki berbagai jenis warna seperti merah, ungu, orange, hijau tetapi yang banyak kita temui adalah tomat berwarna merah. Bentuk tomat juga bermacam-macam seperti bulat lonjong dan ada yang menyerupai labu mini.

Untuk budidaya tomat tidaklah rumit seperti yang kita bayangkan, untuk lahan yang sempit kita bisa menanam tomat di teras rumah, halaman rumah atau balkon rumah. Sehingga dalam menanam tomat tidak selalu melulu dengan lahan sawah yang becek dan kotor. Kita dapat menanam tomat dengan menggunakan polibag, pot atau ember bekas yang dapat kita manfaatkan. Kali ini kami akan menjelaskan tentang menanam tomat dalam pot atau polibag. Berikut 5 langkah praktis menanam tomat dalam polibag:

1. Persiapan alat dan bahan

Langkah pertama kita dapat melakukan persiapan alat dan bahan yang akan digunakan. Alat yang digunakan adalah polibag ukuran 35 x 35 atau 40 x 40, tray semai, spray semprot, gunting kebun, cetok, ember air dan  plastik hitam. Sedangkan bahan yang digunakan adalah benih tomat hibrida, pupuk kandang kambing, tanah, arang sekam, pupuk urea, pupuk kcl, pupuk tsp dan air.


(Foto benih tomat kemasan hibrida)

2. Persemaian dan Pindah Tanam

Langkah kedua adalah persemaian dan pindah tanam tanaman tomat. Persemaian dapat dilakukan dengan merendam benih tomat dahulu dalam air bersih selama 10 sampai 20 menit. Kemudian bisa dilihat benih yang berada dalam kondisi terapung adalah benih yang tidak dapat digunakan dan benih yang tenggelam adalah benih yang dapat digunakan karena memiliki daya tumbuh yang lebih bagus.

Setelah itu masukkan sekam bakar kedalam tray ½ bagian dan basah i media semai sekam bakar dengan air secukupnya. Masukkan benih satu benih per lubang tanam dan tutup kembali dengan menggunakan media arang sekam secara tipis. Simpan semaian di tempat gelap atau ditutup dengan plastik hitam selama 2 x 24 jam.

Setelah 2 x 24 jam letakkan semaian pada tempat yang penuh dengan cahaya. Cek semaian setiap hari pagi atau sore hari, jika kondisi media semai kering bisa ditambahkan air. Setelah itu tunggu sampai benih menjadi bibit yang siap untuk dipindah tanam.

Pindah tanam tanaman tomat ketika umur tanaman sekitar 3 sampai 4 minggu setelah semai. Pindah tanam dilakukan dengan memilih bibit yang sehat, tidak etiolasi dan memiliki daun lebih dari 2. Pindah tanam dilakukan pada saat pagi atau sore hari atau kondisi dalam keadaan teduh dan sejuk.

Bibit dipindah tanam ke media yang lebih luas yang berfungsi agar pergerakan akar tanaman lebih baik. Bibit dapat dipindahkan ke polibag ukuran 35 x 35 cm atau 40 x 40 cm tergantung kebutuhan pertumbuhan tanaman. Setiap polibag diberikan jarak 35 cm sampai 50 cm tergantung kanopi tanaman. Polibag diisi dengan tanah ½ dan ¼ pupuk kandang kambing atau sapi dari polibag lalu bibit dimasukkan ke polibag selanjutnya ditutup lagi menggunakan tanah. Setelah itu siram dengan air secukupnya dan jaga kelembaban media tanaman.

3. Pemupukan dan Pengairan

Langkah ketiga adalah pemupukan dan pengairan dimulai sejak tanaman pindah tanam. Saat pindah tanam dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang dan dilakukan penyiraman setiap hari pagi atau sore hari tergantung kondisi dan keadaan tanaman.

Pemupukan dilakukan pagi atau sore hari karena jika dilakukan siang hari akan terjadi penguapan. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu setelah pindah tanam yang diberikan campuran pupuk Urea, TSP dan KCL dengan perbandingan 1 : 3 : 2 dengan dosis 5 – 10 gram/ tanaman. Aplikasi pupuk dapat dilakukan dengan cara ditaburkan melingkar pada bagian sis polibag. Setelah 2 minggu kemudian tanaman diaplikasikan pupuk kembali dan bisa ditambahkan dengan pupuk kandang.

Pemberian air atau irigasi dapat dilakukan dengan menggunakan sistem guyur atau dengan sistem tetes. Air yang diberikan dapat diberikan hingga media tanam mencapai kapasitas lapang. Pastikan kondisi media tercukupi air tidak jenuh atau air berlebih dan tidak kekurangan air. Dalam kondisi media terlalu banyak air akan menyebabkan akar tanaman busuk atau mengakibatkan tumbuhnya jamur tanaman.

4. Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman

Langkah keempat perawatan  atau pemeliharaan tanaman dapat dilakukan setiap hari. Pemeliharaan tanaman tomat dilakukan dengan memotong batang atau cabang tanaman tomat yang dianggap sudah tua atau tidak berproduksi lagi serta daun yang sudah tidak berproduksi lagi.

Perawatan dan pemeliharaan tanaman tomat pada saat terkena hama dan penyakit tanaman harus dilakukan dengan cara pengendalian. Hama yang sering menyerang tanaman tomat adalah hama kutu kebul, lalat buah, kutu daun, lalat buah, ulat tanah dan thrips. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman tomat adalah layu fusarium, layu bakteri, bercak daun, busuk buah dan mosaik.

Pengendalian dapat dilakukan dengan melihat skala penyerangan hama dan penyakit pada tanaman. Jika skala masih kecil bisa menggunakan mekanik dengan diambil secara langsung dan dijauhkan dari tanaman yang sehat, dengan menggunakan musuh alami, dengan menggunakan pestisida nabati, dengan memutus siklus hidup hama dan penyakit dan menjaga lingkungan kebun. Untuk skala yang besar dan sudah tidak dapat dikendalikan lagi bisa menggunakan pestisida anorganik atau sintesis sebagai alternatif terakhir dengan tepat takaran, dosis, jenis dan waktu.


(Pemasangan ajir pada pohon tomat)

Pemeliharaan lainnya adalah dengan menambahkan ajir pada pohon tomat. Fungsi dari ajir adalah agar tanaman tomat tidak roboh dan tidak mengganggu proses pertumbuhannya. Ajir dapat dibuat dari bambu atau kayu yang diikat dengan pohon tomat.

5. Panen


(Foto Tomat yang telah dipanen)

Tanaman tomat dapat sekitar umur 2,5 bulan – 3 bulan setelah pindah tanam. Ciri umum tanaman dapat dipanen ketika tanaman tomat berwarna merah segar. Tetapi, terdapat juga yang memilih panen tomat dalam warna hijau. Tomat warna merah memiliki rasa yang manis dengan sedikit rasa asam. Tomat dapat dipanen dengan cara dipetik atau digunting meggunakan gunting kebun. Setelah dipanen tanaman tomat tetap dapat tetap dilakukan pengairan dan pemupukan agar dapat dipanen. Tomat dapat dipanen sekitar 3 sampai 5 kali atau bahkan lebih tergantung bagaimana pemeliharaannya.

Demikianlah artikel tentang menanam tomat dalam polibag. Semoga artikel ini bermanfaat. Jika anda memerlukan peralatan untuk berkebun silahkan SMS/WA ke 085540300090 dan untuk konsultasi serta sharing bisa langsung SMS/WA ke 081274874448.

Leave a Comment