7 Faktor Penting Penyebab Kegagalan dalam Bertanam

Anda sering gagal dalam bertanam ?

Anda bingung apa penyebab dari kegagalan tersebut?

Anda tidak pernah puas dengan hasil panen atau bahkan pernah merasakan gagal panen?

(Foto tanaman yang terserang hama penyebab gagal panen)

Anda tidak perlu kuatir lagi, kali ini kami akan menjelaskan 7 faktor penyebab kegagalan dalam bertanam.

1. Benih dan Bibit

Kualitas benih dan bibit merupakan faktor penting dalam budidaya dan dapat menjadi penentu proses tanam selanjutnya. Benih dan bibit dapat menjadi faktor pertama yang dapat menyebab kegagalan. Benih dan bibit yang sejak awal sudah terinfeksi jamur, bakteri, penyakit dan benih hama dapat menjadi faktor kegagalan. Untuk menghindari kegagalan sebaiknya sebelum melakukan persemaian dan tanam pilihlah benih dan bibit yang sehat, bebas penyakit, bebas jamur dan tidak etiolasi.

2. Media tanam

Media tanam merupakan faktor kedua yang dapat menjadi penyebab kegagalan dalam bertanam. Media tanah yang sejak awal sudah terinfeksi jamur, bakteri, penyakit, benih hama dan mengandung biji gulma dapat menjadi faktor penghambat pertumbuhan dan dapat menjadi penyebab kegagalan.

(Foto penggunaan media tanam cocopeat)

Untuk menghindari kegagalan hindari penggunaan media tanam yang terinfeksi dan terindikasi mengandung benih penyakit, biji gulma, vektor hama dan mengandung zat yang dapat menghambat proses pertumbuhan tanaman. Jika perlu lakukan sterilisasi dahulu sebelum menggunakan media tanam.

3. Air

Air merupakan faktor ketiga sebagai penyebab kegagalan tanam. Jumlah air yang berlebih dapat meyebabkan tanaman menjadi busuk atau dapat mengundang datangnya jamur tanaman. Hal ini dikarenakan jamur menyukai kondisi lahan yang lembab. Kekurangan air juga dapat menjadikan kondisi tanaman kering sehingga tanaman dapat layu atau kekeringan serta dapat menyebabkan tanaman kekeringan. Untuk menghindari kegagalan tersebut dapat memberikan air sesuai dengan kebutuhan tanaman. Jika musim kemarau hal yang harus dilakukan adalah lebih sering memberikan air agar tanaman tidak kekurangan air dan sebaliknya ketika musim hujan kurangi pemberian air.

4. Cahaya

Cahaya dapat menjadi faktor keempat penyebab kegagalan dari budidaya. Kurangnya jumlah kebutuhan cahaya untuk tanaman dalam berfotosintesis mampu menjadi penghambat dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Salah satu cara agar tanaman dapat mendapatkan cahaya yang cukup dengan menggunakan jarak tanam yang ideal. Fungsinya agar antar tanaman tidak terjadi penutupan antar kanopi tanaman. Sehingga cahaya dapat masuk pada seluruh bagian tanaman. Selain itu, sebelum tanam untuk mendapatkan cahaya yang sesuai pilihlah jenis tanaman yang membutuhkan cahaya penuh atau hanya cahaya yang lebih sedikit. Misalkan dengan memanajemen sistem tanam seperti tumpangsari.

5. Pupuk

Pupuk adalah sumber unsur hara yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Ketika tanaman kekurangan pupuk maka akan kekurangan jumlah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Kekurangan unsur hara akan menyebabkan tanaman menjadi defisiensi sehingga terjadi perubahan pertumbuhan yang tidak normal.

Ketika tanaman mendapatkan pupuk yang berlebih maka akan terjadi kelebihan unsur hara sehingga tanaman menjadi toksisitas atau keracunan. Untuk menghindari hal tersebut bisa menggunakan pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman. Misalnya aplikasi pupuk diberikan sesuai dengan umur tanaman dan selalu melihat keadaan pertumbuhan tanaman.

6. Organisme Pengganggu Tanaman

Organisme pengganggu tanaman adalah faktor keenam yang menyebabkan kegagalan dari budidaya. OPT meliputi gulma, jamur, virus, penyakit, bakteri, hama hingga nematoda tanaman. Cara untuk menanggulangi hal seperti ini dengan cara melakukan penyiangan pada tanaman yang tidak diinginkan keberadannya (gulma). Untuk hama dapat menggunakan pengendalian dengan cara memanfaatkan musuh alami, menggunakan metode memutuskan siklus hidup hama, menggunakan ekstrak tanaman sebagai pestisida nabati atau organik dan mengubah rotasi tanam.

(Foto organisme pengganggu tanaman (jamur) menginfeksi bibit tanaman)

Ketika penyerangan dalam jumlah besar atau parah bisa menggunakan pestisida anorganik yang digunakan sebagai alternatif pilihan terakhir. Begitupun dengan penanganan virus, jamur dan penyakit menggunakan pengendalian yang sama dengan hama.

7. Kebersihan Saprodi

Kebersihan merupakan kunci dari keberhasilan, jika anda tidak dapat menjaga kebersihan kebun atau lahan, saprodi maka akan menjadi penyebab selanjutnya terjadinya kegagalan budidaya tanaman anda. Kebersihan saprodi atau sarana produksi untuk budidaya menjadi hal yang harus diperhatikan karena jika tidak akan menjadi tempat untuk berkembangnya kotoran dan vektor hama dan penyakit.

Cara untuk menghindari hal tersebut dengan cara menjaga kebersihan lahan atau kebun dan saprodi. Hal yang perlu diperhatikan adalah dengan membersihakan sarana produksi seperti mencuci atau membersihkan cangkul, gunting panen, tray semai, gembor dll.

Demikianlah penjelasan 7 faktor penting penyebab kegagalan dalam tanam dan semoga artikel ini bermanfaat. Jika anda memerlukan benih, pupuk dan peralatan berkebun lainnya silahkan SMS/WA 085540300090 atau kunjungi tokobenih.com

Leave a Comment