7 Langkah Sederhana Menanam Pakcoy

Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah jenis sayuran daun yang sering diolah menjadi pelengkap dalam masakan seperti mie, bakso dan juga dapat diolah menjadi menu utama. Pakcoy termasuk dalam jenis tanaman sawi-sawian namun memiliki bentuk yang berbeda dengan sawi caisim. Terdapat beberapa jenis pakcoy seperti pakcoy merah, pakcoy hijau dan pakcoy putih.

(Foto Pakcoy Merah)

Tanaman pakcoy memiliki batang yang pendek sehingga hampir tidak terlihat, tangkai daun pendek, daun hijau dan akar serabut. Batang yang pendek dan tangkai daun yang memiliki daging tebal sehingga menyerupai sendok menyebabkan pakcoy sering dikenal dengan sawi sendok atau sawi daging.

Tanaman pakcoy dapat ditanam di dataran tinggi hingga dataran rendah. Menurut Sutirman (2011) menyatakan bahwa daerah penanaman yang cocok untuk menanam pakcoy mulai dari ketinggian 5 sampai 1200 mdpl. Pakcoy biasanya dibudidayakan pada daerah yang memiliki ketinggian 100 sampai 500 mdpl.

Budidaya menanam pakcoy dapat dilakukan secara konvensional, organik, hidroponik, aquaponik hingga aeroponik. Kali ini kami akan menjelaskan budidaya pakcoy dengan sistem konvensional dengan mudah. Untuk lebih memahaminya silahkan simak penjelasan 7 langkah sederhana menanam pakcoy.

1. Persiapan Lahan

Persiapan lahan dapat dilakukan dengan pengolahan tanah atau sering disebut dengan pembajakan. Pembajakan tanah dapat menggunakan alat mekanisasi traktor, cangkul atau memanfaatkan tenaga hewan seperti sapi atau kerbau.

Pembajakan tanah dapat membuat tanah menjadi subur, gembur, siap untuk ditanami kembali, memperbaiki aerasai, drainase dan dapat sebagai pengendalian organisme pengganggu tanaman yang ada di dalam tanam. Dengan pembajakan membuat tanah terbalik sehingga hama, jamur atau organisme lainnya dapat terangkat ke atas dan terkena sinar matahari.

Setelah tanah diolah, tanah dibentuk menjadi bedengan dengan ukuran panjang 220 meter, lebar 120 cm dan tinggi 30 sampai 35 cm. Jarak per tepi awal tanam 10 cm dan jarak perbedengan 50 cm. Jumlah tanaman per bedeng 50 tanaman. Setelah membentuk bedengan dapat diaplikasikan pupuk kandang ayam karena pupuk kandang ayam memiliki kandungan unsur hara N yang tinggi dibandingkan pupuk kandang lainnya. Kandungan unsur hara nitrogen sangat direkomendasikan untuk sayuran daun.

2. Pemilihan Benih dan Persemaian

Benih pakcoy yang digunakan harus yang memiliki daya berkecambah dan tumbuh yang baik. Selain itu, benih yang direkomendasikan untuk digunakan adalah benih yang tahan penyakit, benih sehat dan benih unggul. Cara pemilihan benih dapat dilihat dari kualitasnya dengan cara menguji sebelum benih disemai.

(Foto Benih Pakcoy Hijau)

Untuk mengetahui kualitas daya berkecambah benih dapat dilakukan uji daya tumbuh benih dengan metode sederhana. Metode sederhana dapat dilakukan dengan merendam benih pakcoy pada air bersih dan diamkan 15 sampai 20 menit. Setelah itu, benih yang terapung adalah benih yang tidak dapat digunakan dan benih yang masih terendam dapat digunakan.

Persemaian dimulai dengan menyiapkan tray yang diisi dengan media semai menggunakan cocopeat/arang sekam/ kompos/ pupuk kandang atau tanah. Isi tray semai menggunakan media hingga ¾ bagian tray semai, kemudian basahi dengan air biasa lalu letakkan satu benih per lubang tray semai. Setelah itu tutup benih dengan media semai secara tipis dan letakkan pada tempat yang cukup cahaya atau dibawah sinar matahari.

3. Pindah tanam

Pindah tanam dilakukan ketika bibit pakcoy sudah siap dengan ciri-ciri sudah keluar daun sejatinya atau sekitar umur 7 sampai 12 hari setelah semai. Bibit dipindah tanam langsung pada bedengan lahan dengan jarak tanam per bibit 20 cm.

Jarak tanam ini cukuplah ideal karena tidak saling menaungi satu tanaman dengan tanaman lainnya. Pindah tanam dilakukan pada pagi atau sore hari saat kondisi sejuk. Setelah tanaman dipindah tanam, kemudian bagian samping tanaman disiram menggunakan air bersih.

4. Pemupukan

Pemupukan adalah proses penambahan unsur hara untuk kebutuhan tumbuh dan berkembang tanaman. Tanaman sayuran daun memerlukan unsur hara nitrogen sehingga pupuk yang digunakan adalah pupuk urea. Aplikasi pupuk urea dapat dilakukan pada 7 hari setelah pindah tanam dengan cara dikocorkan dengan air dan diaplikasikan 4 sampai 5 hari sekali. Aplikasi pupuk dapat diaplikasikan dengan melihat atau disesuaikan dengan kondisi tanaman pakcoy.

Pemupukan dilakukan pada saat pagi hari sekitar pukul 06:00 sampai 08:00, karena jika dilakukan siang hari maka akan terjadi penguapan. Saat mengaplikasikan pupuk dengan dikocorkan menggunakan air, hindari aplikasi pupuk terkena daun secara langsung karena akan menyebabkan daun terbakar.

5. Irigasi

Irigasi adalah kegiatan penambahan kebutuhan air untuk tanaman tumbuh dan berkembang. Selain dengan menggunakan metode pemupukan tadi, irigasi juga harus dilakukan setiap 2 hari sekali dengan mengalirkan pada jarak antar bedengan.

Waktu pengairan tidak menentu 2 hari sekali tapi melihat kondisi musim hujan atau tidak. Pengairan ditujukan agar tanah berada dalam kondisi lembab sehingga mampu menyimpan air dan memenuhi kebutuhan akar tanaman untuk proses tumbuh dan berkembang.

Hindari penggunaan air secara berlebih karena akan mengakibatkan tanaman busuk dan mengundang datangnya jamur.

6. Pemeliharaan

Pemeliharaan dan perawatan dapat dilakukan dengan selalu mengkontrol kondisi lahan seperti mengontrol kondisi, tanaman, hama, gulma dan penyakit. Ketika tanaman pakcoy daunnya berubah menjadi kuning maka kita dapat menambahkan pupuk agar tanaman tercukupi unsur hara nitrogennya.

Gulma atau tanaman pengganggu atau tanaman yang tidak dikehendaki keberadaannya dapat dilakukan penyiangan setiap hari. Fungsi penyiangan agar tanaman pakcoy tidak berkompetisi berebut unsur hara dengan tanaman yang tidak dikendaki keberadaannya.

Hama yang sering menyerang tanaman pakcoy adalah hama ulat, belalang dan kutu hijau atau aphid. Hama dengan penyerangan yang masih rendah dapat dikendalikan dengan mekanik seperti langsung diambil dan dibuang, menggunakan musuh alami, menggunakan pestisida organik dari ekstrak tanaman. Jika hama sudah menyerang dalam kondisi parah bisa menggunakan pestisida anorganik dengan menggunakan pedoman tepat jenis, tepat waktu dan tepat takaran. Pestisida anorganik digunakan sebagai alternatif pilihan terakhir dalam pengendalian.

Sedangkan untuk penyakit bisa langsung diambil dan dibuang. Hal tersebut juga berlaku pada jamur yang menyerang tanaman.

7. Panen

Umur panen pakcoy konvensional sekitar 30 hingga 35 hari setelah tanam. Secara fisik dapat dilihat dengan warna daun pakcoy yang menunjukkan hijau segar dan tangkai daun yang berdaging menyerupai sendok. Panen pakcoy dapat dicabut atau dipotong pada bagian batangnya secara langsung. Panen dapat dilakukan pagi atau sore hari sehingga akan mempertahankan hasil panen pakcoy yang tetap segar.

Demikianlah 7 langkah sederhana menanam pakcoy secara konvesional dan semoga artikel ini bermanfaat. Jika anda membutuhkan benih dan peralatan berkebun dengan kualitas yang baik silahkan SMS/WA 085540300090 atau silahkan kunjungi tokobenih.com

 

Leave a Comment