5 Langkah Mudah Menanam Paprika dalam Polibag

Paprika adalah sayuran buah yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. Paprika memiliki bentuk yang indah dan rasa yang khas. Rasa yang khas dikarenakan terdapat rasa pedas sehingga sangat cocok dikonsumsi yang mampu menambah semangat untuk makan.

Tahukah anda bahwa anda dapat menanam paprika dikebun rumah anda atau dihalaman rumah anda dengan cukup mudah.

Sebelum kita bagi tips untuk budidaya menanam paprika, kita kenali dulu lebih jelas kenapa paprika menjadi pilihan sebagian orang.  Paprika atau (Capsium annuum L.) adalah salah satu tanaman yang memiliki rasa yang sedikit pedas yang berasal dari suku terong-terongan.

 

Ada beberapa jenis paprika seperti paprika ungu, paprika hijau, paprika merah dan paprika kuning. Paprika sering dijadikan olahan dalam salad, bumbu masak dan menu andalan lainnya.

Selain sebagai pelengkap dalam bumbu masak atau diolah menjadi menu masakan lainnya, paprika juga mengandung antioksidan, vitamin A, B dan C serta kandungan lainnya. Cara budidaya tanaman paprika cukup mudah dan terbilang tidak begitu rumit sehingga dapat menjadi tanaman yang produktif di kebun atau halaman rumah serta dapat ditanam dalam pot maupun polibag. Berikut langkah menanam paprika dalam pot:

  1. Siapkan benih paprika yang memiliki kualitas unggul dan baik. Misalnya memiliki daya perkecambahan atau daya tumbuh yang tinggi. Siapkan media semai menggunakan arang sekam atau cocopeat  yang dimasukkan dalam tray dengan mengisi ¾ dari tray, kemudian masukkan benih dan tutup tipis pada bagian atasnya. Siram setiap hari pada bagian media hingga dalam keadaan lembab atau spray dengan air agar lebih merata.
  2. Siapkan polibag, kemudian isi polibag menggunakan media tanam berupa tanah yang dicampurkan dengan pupuk kandang hingga ¾ dari polibag. Pindahkan paprika yang sudah keluar daun sejatinya atau saat berumur sekitar 20 hingga 30 hari setelah semai. Pindah tanam bibit paprika dilakukan pada saat pagi atau sore hari.
  3. Setelah paprika dipindah tanam ke media yang lebih besar, berikan air sesuai dengan kebutuhan agar tidak kekurangan dan kelebihan air. Proses pemupukan baru dimulai saat paprika sudah berumur 1 minggu setelah tanam. Pupuk dapat diberikan dengan sistem kocor menggunakan air, dengan takaran 1 sendok pupuk yang mengandung NPK yang dilarutkan dalam 5 liter air. Pemupukan bisa dilakukan 3 sampai 4 hari sekali tergantung kondisi tanaman.
  4. Pemeliharaan dapat dilakukan monitoring setiap hari, jika terdapat hama dan penyakit segera ambil agar tidak menyebar. Penggunaan pestisida anorganik merupakan alternatif terakhir jika hama dan penyakit sudah tidak dapat dikendalikan lagi. Penggunaan air secukupnya untuk menghindari adanya jamur dan virus yang ada pada tanaman. Saat pemberian pupuk cair hindari pupuk terkena langsung ke daun agar daun tidak terbakar. Ketika kondisi tanaman sudah mulai tumbuh besar segera pasang ajir sebagai penahan agar paprika tumbuh ke atas dengan lurus.
  5. Umur panen paprika berkisar 2,5 bulan sampai 3,5 bulan setelah tanam tergantung tingkat kemasakan dan kebutuhan panen. Tanda buah paprika sudah siap untuk dipanen ketika kulitnya berwarna hijau atau kuning kemerahan mengkilat, bila dipegang atau ditekan daging buah terasa keras, daging buah tebal dan buah dengan mudah dilepas dari tangkai daunnya. Warna panen buah paprika dapat dipanen sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, untuk menghasilkan warna kuning atau merah bisa menunggu lagi dari warna hijau menjadi warna kuning dan merah. Paprika hijau cocok dikonsumi sebagai sayuran yang memiliki rasa manis, sedangkan paprika yang berwarna kuning dan merah memiliki rasa yang agak pedas.

Demikianlah penjelasan singkat 5 langkah mudah menanam paprika dalam polibay. Jika anda membutuhkan benih paprika dengan kualitas baik silahkan klik link ini http://tokobenih.com/?s=paprika atau bisa langsung SMS/WA ke 085540300090.

Leave a Comment